Langsung ke konten utama

Solo Backpacker Singapura dan Malaysia - #Part 2 Singapura

Hello people salam, 

    Pagi-pagi mengawali hari setelah kemarin mengelilingi kota Singapura yang megah. Pagi ini dimulai sarapan di hostel dan cus berangkat lah kita ke Somerset Skate Park untuk kesana bisa naik MRT ataupun bus, saya memilih MRT karena pilihan paling mudah dan murah. Solo Traveling itu mudah kalau ada kemauan disitu pasti ada jalan.
    Karena cuaca tadi pagi hujan jalanan terasa lembab tapi ga menyulitkan untuk explore negara ini, terasa sepi pagi jalan Orchard dipagi hari karena Shopping mall daerah ini bukanya siang terlalu pagi saya sampai disana alhasil hanya cuma melihat-lihat toko dari depan saja.



    Terasa sepi jalanan Orchard tanpa lalu lalang masyarakat ibu kota Singapura, Somerset Skate Park biasa dijadikan tempat bagi anak muda yang bermain skateboard. setelah melihat-lihat sekitar saya berjalan menuju Departement store yaitu Takashimaya, ION Orchard dan Cineleisure Orchard yap sayangnya tokonya masih tutup karena saya dateng terlalu pagi.





    Lelah sudah saya mengelilingi jalanan Orchard dan akhirnya saya menemukan yang saya cari yap Es Uncle ia penjual eskrim keliling hanya SGD 1 kalian bisa mendapatkan eskrim dengan berbagai rasa, kalian dapat memilih rasa yang kalian suka. saya jatuh hati terhadap rasa cookies & cream, rasanya yang manis dan bercampur cookies membuat saya ingin membeli lagi.

    Lucky Plaza menjadi tempat singgah saya untuk makan siang, untuk sampai di Lucky Plaza ternyata ada jembatan bawah tanah untuk menyebrangi tempat itu, perut pun nggak bisa dikondisikan saya memilih makan di Food Centre karena harganya yang lumayan murah dari pada tempat lain. setelah melihat-lihat saya mencoba memesan Soy Sauce Chicken Rice dengan harga  SGD 3.50 disini dilayani dengan self service jadi semuanya sendiri. 



    Setelah kenyang mengisi perut saya melanjutkan perjalanan menuju MRT Bugis di tengah perjalanan saya melihat megahnya Masjid Sultan beristirahat sejenak sambil mengagumi arsitektur bangunan ini, sayangnya nggak bisa masuk kedalam karena sudah tutup untuk tourist. Karena saya mengejar waktu untuk sampai ke destinasi selanjutnya saya nggak berlama -lama ditempat ini, lanjutnya saya pergi ke Newater Visitor Centre yang sebelumnya saya sudah booking online untuk tour di tempat ini. Tenang ini tour nggak bayar sama sekali alias gratis bisa klik disini kalian hanya perlu booking tempat saja.


    Perjalanan yang nggak terlupakan itu ya ke Newater Visitor Centre karena saya tersesat untuk menuju tempat ini sampai salah jalan hampir 2 KM, yang seharusnya saya berjalan ke arah Upper Changi Road saya malah berjalan berbalik arah ke Bedok Road ya karena mengikuti Mbah Google maps saya tersesat hampir sejam disini.
    Berupaya saya bertanya kepada warga setempat tetapi nggak ada yang tau dimana tempat ini, pada akhirnya ada seorang penyelamat saya yang menganjurkan untuk naik Bus ke arah Newater Centre. Lagi-lagi karena dasarnya norak di Indonesia Bus nya berbeda alhasil saya kebablasan tempat pemberhentian alhasil harus berjalan kaki lagi, sempet nyerah mau balik ke hostel karena kaki sudah pegel banget rasanya mau mesen grab tapi ya begitu Mahal gengs😅 pilihan terakhir ya sudah jalan kaki saja.


    Sepanjang saya berjalan sampai kedalam dan ternyata itu jauh sekali dan satu disana itu terik banget karena disana sedang ada pembangunan yang mengakibatkan nggak ada tempat untuk beristirahat. Hampir 30 menit berjalan sampai deh ke tempat Newater Visitor Centre.
    Newater Visitor Centre merupakan tempat untuk mengolah air untuk di distribusikan di beberapa wilayah. Nggak untuk air minum saja masih banyak keuntungan misal untuk irigasi rumah tangg, dll.


     Dari segi rasa hampir sama dengan air mineral yang biasa tapi bagi lidah saya karena sudah terbiasa di Indonesia mungkin agak terasa pahit, dalam tour ini saya bekenalan dengan seorang perempuan dari Belanda yaitu Annemijn, bagi saya berkenalan dengan seorang itu sangat penting karena kita dapat betukar pikiran ataupun mempromosikan wisata Indonesia.


     Setelah berbincang bersama Annemijn dalam perjalanan selanjutnya kami pun berpisah d MRT karena ia menuju Marina Bay Sands sedangkan saya menuju Clarke Quay. nggak lama untuk menuju destinasi selanjutnya sesampai disana saya melihat Hokaido Ice Cream pilihan saya jatuh pada Green Tea soft ice cream dan benar-benar lembut banget ice creamnya nggak salah hati saya kalau memilih sesuatu.
    Clarke Quay merupakan tempat yang asyik untuk sekedar mengilangkan kepenatan dunia, cantik seperti air sungai yang mengalir serta lampu yang mulai menyala pada senja. tempat terbaik bagi saya untuk menikmati sunset dari sini dan ditemani oleh Ice Cream, disini saya bertemu teman saya dari Turkey ia Mehtap Onalan dan Kevin seingat saya ia asli warna negara Singapura dan ia sangat ahli dalam bahasa Turkey mereka kenalan saya sekaligus pertemuan pertama kami di Singapura.


    



















Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Story & Review] - Restoran Korea murah di Jakarta " Mu Gung Hwa"

Holla😀       Kali ini aku mau story perjalanan aku kemarin ke kawasan senopati ya tepatnya di  "Mu Gung Hwa"      Yap tepat hari Minggu kemarin saya mengunjungi tempat makan ala Korean Restaurant di kawasan Jakarta Selatan tepatnya di Jl. Senayan Blok S No.43 Senopati, Jakarta. Pertama kali kesini kesannya takjub walaupun ini seperti Minimarket tapi di dalamnya sungguh luas, Bangunan mempunyai dua lantai. Lantai yang pertama  merupakan tempat belanja kebutuhan sehari-hari dan lantai kedua merupakan cafe dan tempat makannya, disinilah saya dan teman saya mencicipi hidangan yang kami beli.   Disini banyak menu tersedia dengan harga yang terjangkau, ohiya disini sistemnya memesan dahulu dan langsung bayar dikasir jadi lebih praktis. Setelah saya memesan butuh beberapa menit sampai hidangan sampai, saya memesan beberapa menu andalan mereka mungkin di luar sana banyak sekali makanan ala korea seperti ini. Teokboki ...

[Solo Backpacker] - ke Bandung cuma 14 ribu?!

Halo, Assalamualaikum 😊

[One day Tour] Masjid Istiqlal - Masjid terbesar pertama di Asia Tenggara

Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar pertama di Asia Tenggara mengapa demikian? Karena tempat ini luasnya 2.5 hektar untuk area didalam masjid dan total keseluruhan seluas 10 hektar. Masjid ini merupakan ketiga terbesar setelah Mekkah dan Madinah.  merupakan teras Masjid Saya dan teman-teman Couchsurfing mengunjungi Masjid Istiqlal ya bersama Mas Bayu ia seorang Tourguide disini, Masjid ini didirikan pada tahun 1954. Sebelum masjid ini dibangun dahulu tempat ini merupakan tanah Belanda disana terdapat Wilhemina Park serta Benteng Belanda Ratu Wilhemina ke dua. Setelah Indonesia merdeka Ir. Soekarno menghancurkan benteng tersebut dikarenakan ia tidak menyukai peninggalan bekas jajahan Belanda. Pada tahun 1954 setelah Benteng tersebut hancur Ir. Soekarno beserta para ulama Indonesia mempunyai ide untuk membangun Masjid di pusat kota atas kemerdekaan Indonesia. Dirancang lah sebuah nama “Istiqlal“   yang diambil dari bahasa arab yang ber-arti kemerdekaan. Ba...